Aku Ingin Memanggilmu ukhti
Share
Today at 3:42pm
Oleh: Burhan Sodiq
Aku tahu sebenarnya sudah ada benih hidayah di hatimu. Hanya saja selama ini kamu selalu inginkan yang lain. Hati kecilmu ingin berubah, tetapi nafsumu belum mau diajak berubah. Aku tahu mungkin kamu butuh waktu. Tapi kalaulah ini sebuah kebaikan, kenapa mesti ditunda hingga ajal menjemputmu?
Allah hanya inginkan kebaikan pada hamba-Nya, termasuk kamu. Allah inginkan kamu baik, kamu berada dalam sebuah kemaslahatan. Sepanjang kamu mendekat, Allah akan mendekat. Sepanjang kamu menjauh, Allah juga akan menjauh. Penuhilah ajakan Allah dan Rasul-Nya, meski ajakan manusia membuatmu terbuai. Betapa sering kita terpikat ajakan manusia, padahal manusia itu sendiri tak bisa menjanjikan apa-apa. Tapi kenapa justru kita selalu mengabaikan ajakan Allah, padahal Dia lah yang akan menjamin surga atau nerakanya kita.
Aku tahu kamu pandai, itulah kenapa kamu selalu menggunakan otakmu. Kamu ingin segalanya bisa dinalar. Bisa ditelaah secara ilmiah, bisa dihitung secara angka, dan bisa dilihat dengan logika. Hidayah ini pun inginnya juga kamu gitukan. Hidayah kudu nyata, kudu benar-benar terlogika secara cerdas. Tapi tidak tahukah kamu, bahwa secerdas apapun kamu, kamu masih lebih bodoh dari Penciptamu. Sekuat apapun akalmu, itu tidak akan membantumu melewati hari-hari di pembalasan nanti. Karena akalmu tak lebih baik dari wahyu Allah. Wahyu Allah lah yang lebih tinggi posisinya. Sebebas apapun kamu berpikir, itu tidak akan memuaskanmu. Malahan justru akan membuatmu mendekati kegilaan yang mengancam dirimu.
Hidayah Allah sudah merangkulmu, tapi otak dan pikiranmu ingin berontak dari itu. Kembalilah kepada Allah dengan segenap jiwa dan ragamu. Rasakanlah kebahagiaan hidup yang telah Allah janjikan kepada pada hamba-Nya. Hamba-hambaNya laki-laki maupun perempuan, yang gemar berbuat keshalihan. Mereka penuhi hari-harinya dengan kebaikan dan amal-amal pengantar surga. Jadilah bagian dari mereka. Bergabunglah dengan kafilah-kafilah mereka.
Bukankah Allah Ta'ala yang Maha Rahman berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs ِAn Nahl: 97)
Aku ingin kamu berubah. Tidak lagi tomboy dengan kalung dan gelang yang tidak jelas fungsinya. Tidak lagi berjalan seperti tentara. Tapi lembut seperti putri-putri istana. Tidak lagi bersuara laksana komandan perang di hadapan serdadunya. Melainkan dengan nada yang sopan meski tidak terkesan menggoda. Aku ingin kamu menjadi seorang muslimah yang sebenarnya. Mengganti gelapnya hatimu dengan terang sinar-Nya. Membuang jalan kesesatan menjadi jalan yang penuh dengan keridhaan Rabbnya.
Aku tahu tubuhmu lelah melangkah di jalan yang selama ini kau tempuh. Penuh dosa dan penuh kesalahan yang menghantui setiap perasaan dan mengepung rasa aman. Fikrah-fikrah liberalisme, feminisme yang radikal hanya membuatmu semakin jauh dari kasih sayangnya. Menjadi anak yang durhaka terhadap ketentuan-ketentuanNya. Semua itu melelahkan! Padahal tak ada janji sorga kecuali hanya surga dunia yang hanya sesaat saja. Gelimang materi yang akan kau dapatkan manakala kau menjual agamamu pada mereka.
Kembalilah kepada Allah. Jadilah muslimah yang meneduhkan hati. Karena hari ini, aku ingin memanggilmu Ukhty...
jam dinding menunjukkan jam 5 sore.. waktu mengajar adik2 dimushola telah usai..
aku buru2 untuk pulang karena dah janji sama ummi,mau masak malam...
kulangkahkan kaki... sambil menghapal membaca buku walisongo.. yah. itu adalah kebiasa'an burukku
berjalan sambil membaca,bisa dibilang dimanapun aku berada pasti buku selalu menemaniku..
Baru pulang ya uhk... suara itu menghentikan langkahku,yah.. .. suara seorang ikhwan yg amat terkenal laki2 tertampan didesaku
iya akhy.. mari.. jawabku
mau aku antar..?tanya ikhwan itu lagi..
oh.. tidak.. terimakasih.. jawabku
tetapi.. ikhwan itu terus saja mengikutiku sampai rumah
yah... ikhwan satu ini memang selalu mengikuti ku setiap aku selesai mengajar
dia adalah ikhwan yg selalu dikejar2 akhwat didesaku.. tapi tidak termasuk diriku
mungkin karena aku tidak seperti akhwat2 yg lain,maka dari itu dia selalu menggangguku...
tapi aku ber husnudzon saja,karena setahuku dia tidak bisa mengaji,mungkin ingin belajar
merasa ada ganjalan.. ummi pun mendekatiku dan bertanya..
sayang.. kamu ada hubungan apa ama rudy (nama ikhwan itu)
gak ada apa2 ummi... jawabku
kok dia antar kamu pulang terus..?
dia itu laki2 kurang baik,pacarnya banyak,gak sholat.. pokoknya ummi gak tenang kalo kamu dekat2 sama rudy..
Astaghfirullah... ummi... ummi gak boleh begitu,walau bagaimanapun rudy itu teman satu desa
saya sendiri jg tidak tahu,knp mas rudy terus2an ngikutin saya pulang,mungkin ada sesuatu yg ingin mas rudy bagi sama ana ummi... kita husnudzon saja (kataku menenangkan ummi)
ya sudahlah.. tapi kamu harus hati2 jangan terlalu akrab dgn dia ya..(pesan ummi padaku) takut fitnah
InsyaAllah ummi.. dan selama ini ana juga gak pernah ngobrol dgnnya,ana selalu tundukkan pandangan dan tetap berjalan dengan membaca buku,ana anggap mas rudy itu gk ada belakang ana ummi... "kilahku"
alkhamdulillah.... ummi senang dengernya.. ummi pun berlalu dengan senyumnya
didesaku.. memang cuman aku remaja yg aktif dimushola,lainnya mereka lebih memilih menghabiskan waktunya dengan pacar2nya.. bahkan.. tak sering dari sahabtku yg mengatakan aku kuper hanya karena gak punya pacar,tapi.. aku selalu punya jawaban yg tak bisa di bantah lagi oleh mereka..
suatu hari.. sahabatku nina,datang kerumahku..bersama pacarnya.. rencananya ingin mengajakku gabung di acara mingguan,dengan halus aku menolaknya...
lalu.. nina pun memberanikan diri bertanya padaku..
an.. kenapa sih kamu gak pacaran,kan bisa mingguan dengan kita2 sama pasangan masing2,padahal setahuku banyak sekali laki2 yg datang kerumahmu dan kutahu banyak laki2 yg menginginkanmu menjadi pasangannya...
nina sahabatku..."aku ingin menjaga cintaku untuk seseorang yg telah Allah siapkan untukku..
aku ingin py suami yg sholeh yg mencintaiku karena-Nya.. yg akan memimpinku kearah tujuan yang satu... apakah menurutmu aku pantas menodai cinta ini untuknya?
walaupun aku blm tahu siapa dia bahkan aku tak mengenalnya.. tapi aku selalu merasakan kehadirannya, akal sadarku membuat perhitungan dengannya. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirinya. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Tidak kupungkiri, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untuknya. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain.dan dia berhak mendapatkan itu..
kamu tahu nina.. hatkui terluka mana kala ada yg mengatakn JILBAB hanyalah kedok belaka.. dikarenakan banyak muslimah berjilbab tapi asyik berpacarn,pegangan tangan dan lain2,tapi tu tidak adil buatku..
aku ingin buktikan pada mereka.. tidak semuanya seperti itu.. masih banyak yg menjaga kesuciannya..
dan aku.. aku merasa telah gagal menjaga hijabku.. tiap kali ada ikhwan yg mengatakan cinta padaku..
astaghfirullah....
hiks..hiks... suara tangisan itu menghentikan penjelasanku untuk nina..
yah.. nina menangis... ku dekati dia.. tanpa aba2.. nina memelukku dengan eratnya...
dan dia berkata..
"ma'afkan aku sahabatku.. tak seharusnya aku menyakiti saodara sendiri,aku berjilbab tapi aku tak bisa jaga akhlaq.. aku asyik berpacaran,bercanda ria dgn non mukhrim.. aku tak ubahnya wanita penggoda
ma'afkan aku sahabtku.. ma'afkan aku.. mataku telah buta oleh cinta duniawi.. hingga tak pernah kusadari kalo disekitarku ada bidadari syurga yg menyeru pada kesucian.. bahkan aku sudah berkali-kali berganti pasangan.. mereka2 yg tak menutup auratnya mungkin tak aneh.,. tapi aku.. aku menutup auratku tapi aku tdk bisa menjaganya.... aku malu.. malu pada Allah.. malu padamu.. malu pada jilbabku.. aku saja yg menutup aurat bisa lengah dan tergoda,bahkan aku mampu membuat kaum adam berani menciumku.. yg tak seharusnya aku biarkan.
bagaimana dengan mereka yg dengan bebasnya menebarkan aurat? astaghfirullah....
kubalas pelukan nina dengan tak kalah eratnya.. kubiarkan dia meluahkan semua isi hatinya..
karena sesungguhnya dia sahabat yg baik... nina... aku cuma kecewa dengan ikhwan yg melihat sebelah mata pada kami yg menutup aurat,aku sedih manakala sudah tak ada ikhwan yg percaya bahwa berjilbab bukan hanya untuk kedok.. mereka ikhwan hanya bisa menghakimi..
mereka lupa.. bahwa mereka harus menjaga kita kaum hawa.. "Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung jawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.
mereka lupa akan tanggung jawab itu,hingga dengan mudahnya mereka menghakimi kita..
bukan memberi solusi tetapi memandang sebelah mata...
andai saja ikhwan sadar.. bahwa wanita harus dijaga,dibimbing mungkin mereka akan berfikir 1000x waktu akan menghakimi seseorang... karena bagaimanapun wanita hanyalah rusuk yang bengkok
tak terasa.. air mata ku pun berjatuhan.. kami 2 sahabat.. berpelukan seolah tak ingin melepaskan..
detik itu.. nina memutuskan ingin memperbaiki diri.. tak ingin berpacaran.. dia begitu semangat ingin menjadi istri yg sholehah buat suaminya kelak.. maka dari itu dia harus memperbaiki dirinya..
karena dia tahu..
An-Nur:26
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..."
subkhanallah.... indahnya persahabatan...
masihkah bagi kalian.. (ikhwan) beranggapan jilbab hanya kedok belaka...???
pikir 1000x sebelum berucap..
sesungguhnya sebaik-baik perhiasan adalah istri sholehah...*senyum*
d'copas dr "Landish Uhibbuka Fillah" (syukron !!)
hidup lebih indah jika berbagi...